Langsung ke konten utama

Postingan

Profesi, profesionalisme

Perbedaan antara ke tiga nya:           Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya.   Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.     Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional, dst. Semoga bermanfaat...
Postingan terbaru

E-Resources

Perkembangan media digital berlangsung secara progresif dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia termasuk berperilaku belajar dan berkeputusan. Kenyataan ini disadari sebagai peluang oleh beberapa perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat. Tentunya, penyediaan bahan pustaka berformat digital yang dimiliki perpustakaan tanpa mengabaikan akses memperoleh informasi ala konvensional yang telah berlangsung selama ini. Upaya memenuhi kebutuhan pemustaka, saat ini Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melanggan berbagai bahan perpustakaan digital online (E-Resources) seperti jurnal, ebook, dan karya-karya referensi online lainnya dan  bisa dimanfaatkan secara bebas dan gratis oleh pemustaka.

Embedded librarianship

  Embedded Librarianship adalah “ the integration of librarian and library service within and organizational unit, deparment, orteam” integrasi pustakawan dalam institusi, departemen, tim, lingkungan, dan sebagainya merupakan kegiatan embedded librarianship. Pustakawan diharapkan terus berkiprah dalam lembaga yang memayunginya sebagai bagian dari lembaga tersebut, bukan terpisah. Itulah sebabnya, pustakawan harus berkolaborasi dan berpikir dalam konteks makro. Pustakawan bisa menampilkan diri dalam profesinya dengan ranah yang lebih luas untuk membantu orang di luar profesi. Hal itu dapat dilakukan dengan bekerja dan berkolaborasi dengan stakeholders yang non-pustakawan dan sekaligus memahami bagaimana cara berpikir mereka serta bagaimana mereka melihat perpustakaan.

Ikigai perpustakaan

Perpustakaan adalah salah satu sarana penyedia sumber-sumber informasi, adanya pustakawan didalam perpustakaan mampu mengarahkan dan membimbing pemustaka, seorang pustakawan harusnya berkompeten dan professional, untuk mewujudkan itu semua seorang pustakawan bisa menerapkan konsep ikigai pada kehidupannya dan pekerjaannya. Ikigai yag dimaksud disini adalah konsep budaya jepang yang memiliki arti dalam “alasan untuk hidup” atau dapat juga diartikan alasan untuk bangun pagi dan beraktifitas. Ikigai juga nilai untuk melakukan sesuatu atau nilai dalam bekerja dan menggabungkan nilai-nilai dalam kehidupan.  Tentunya ikigai sangatlah penting bagi seorang pustakawan karena dapat menjalankan perannya serta bertanggung jawab dalam kehidupan pekerjaan sebagai pustakawan. Kemudian untuk menerapkan itu semua bisa kita lihat di dalam empat komponen penting seperti passion, mission, professi, dan pekerjaan.

Disrupsi dan eksistensi pustakawan

     Disrupsi adalah sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru, disrupsi berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru dan disrupsi menggantikan teknologi lama yang serba fisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien dan lebih bermanfaat.       Adapun upaya Pustakawan Menghadapi Disrupsi Profesi  Ada beberapa upaya atau strategi yang dapat dilakukan oleh pustakawan untuk menghadapi disrupsi, yaitu: 1. menyatukan perbedaan (paradoxs) hasil pemeriksaan/penelitian dengan logika jaringan digital dengan cara menciptakan kesempatan untuk pengawasan dan menganalisis perbedaan dalam pengembangan jaringan digital. 2. menyatukan jaringan yang tersebar menjadi satu hubungan kerjasama yang kuat. 3. menciptakan paralogi jaringan digital, artinya gerakan melawan cara-cara yang konvensional dengan sistem yang canggih dengan alasan-alasan yang logis ...

Keterbukaan informasi publik

Assalamualaikum sahabat Dumai Kali ini aku ingin membahas masalah keterbukaan informasi pablik, semoga bermanfaat 😊        Informasi publik adalah informasi yang dohdihasilkan dan di simpan, di kelola, di kirim dan di terima oleh badan publik.   Keumudia informasi publik terbagi menjadi dua,yaitu: 1. informasi terbuka: -informasi yg wajib di sediakan dan di umumkan secara berkala. -informasiyang di umumkan secara serta Merta. -Informasi yang di umumkan setiap saat. 2. Informasi terkecuali
Assalamualaikum teman-teman Mau sedikit berbagi informasi ni masalah sentralisasi dan desentralisasi, semoga bermanfaat 😊 SentaliSentr dan desentralisasi Masalah sentralisasi dan desentralisasi seakan menjadikan momok bagi perpustakaan untuk berkembang.  Para penganut sentralisasi menganggap bahwa sentralisasi memungkinkan kemudahan dalam kontrol pengadaan, perlengkapan, pengolahan, dan peminjaman, sedangkan pelaku desentralisasi menganggap bahwa desentralisasi memberikan keuntungan akan penempatan koleksi/informasi yang lebih seseuai dengan kebutuhan pemakai dan memudahkan dalam pengelompokkan koleksi yang akan membawa dampak kemudahan pada pemakai. Permasalahan ini tidak akan pernah selesai untuk dijadikan kendala dalam perpustakaan. Menurut hemat penulis, jalan keluarnya adalah mengkolaborasikan dan mensinergikan antara kelemahan dan kelebihan kedua konsep tersebut sehingga pilihan desentralisasi atau sentralisasi tidak lagi dijadikan isyu penting dalam menentukan pen...